Elon Musk

Inilah Bahaya Dibalik Perintah Larang WFH Dari Elon Musk

Para karyawan Tesla boleh mengucap selamat tinggal pada pola work from home atau WFH sebab sang bos, Elon Musk, memerintahkan segala kembali ke kantor alias WFO. Praktisi HRD mengevaluasi kebijakan ini membahayakan bagi Tesla sendiri.

Seperti dikabarkan, Elon mewajibkan pegawai di kantor 40 jam per pekan. “Apabila kalian tak timbul, kami akan berasumsi bahwa kalian sudah resign,” tulisnya di surel.

Steve Black selaku bos perusahaan SDM Tipia mengucapkan kebijakan WFO itu berpotensi membikin Tesla tak menarik bagi para pegawai. “Mandat Elon Musk untuk WFO ialah taktik membahayakan sebab kemungkinan banyak pegawai akan pergi mencari profesi lebih fleksibel,” kata ia.

Dalam surveinya, 65% pegawai yang dipaksa kembali WFO mengucapkan akan mencari profesi baru. Kemudian 46% berminat dengan profesi yang mengamati kesejahteraan pegawai dan 42% mau dapat berprofesi dari rumah jikalau mereka menginginkannya.

“Musk melawan kedua elemen itu dengan menghilangkan segala fleksibilitas dan memaksa berprofesi minimum 40 jam per pekan,” tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Forbes.

Salah satu pengkritik kebijakan Elon Musk itu ialah CEO perusahaan software Atlassian Scott Farquhar. Perusahaan ini memang termasuk paling fleksibel sesudah adanya pandemi, di mana karyawan boleh WFH permanen.

Hal itu diperhatikan sebagai benefit menarik bagi karyawan dan untuk menerima bakat terbaik bagus lokal ataupun global. Scott malah mengevaluasi permintaan Elon Musk untuk WFO itu terasa jadul seperti tahun 1950-an. Sedangkan baginya, WFH banyak manfaatnya.

“Inilah bagaimana kita akan berprofesi di masa depan. Amat terdistribusi, betul-betul fleksibel. Ya, pada ketika ini memang tak total, tetapi kami bereksperimen untuk menjadikannya baik,” demikian kicaunya di Twitter.