Fintech

Strategi Sukses Dari Jenfi Untuk UMKM Indonesia

Jenfi, startup penyedia pendanaan opsi asal Singapura, hadir di Indonesia di tengah ramainya ranah fintech dan banyaknya tantangan bisnis untuk startup. Walaupun seperti itu, mereka optimistis dapat menarik startup dan UMKM lokal sebagai mitra.

Indonesia Growth Lead Jenfi Fachri Bayu mengatakan taktik utama Jenfi yaitu menggandeng mitra lokal seperti Bakoel dan kelompok sosial UMKM di sebagian kota besar seperti Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Bekasi. Berkat pendekatan ini, Jenfi mau dapat menggaet ratusan UMKM di tahun pertamanya.

“Sasaran UMKM yang diincar Jenfi tahun ini itu hingga 200 UMKM. Jadi jumlahnya cukup besar dan dana yang kami kucurkan itu dari range lebih kecil juga dapat, contohnya dari Rp 100 juta tadi itu untuk 12 bulan misalkan,” kata Fachri dalam media briefing virtual, Senin (6/6/2022).

Jenfi sendiri konsentrasi dalam memberikan pendanaan untuk bisnis komputerisasi, seperti startup dan UMKM yang terjun ke e-commerce. Kecuali menyalurkan pendanaan, kemitraan Jenfi dengan Bakoel juga meliputi pembimbingan dan edukasi untuk startup dan UMKM dalam mengelola bisnisnya.

Tetapi absensi Jenfi di Indonesia malahan disambut suasana yang tak kondusif. Kecuali potensi resesi global, industri startup dalam negeri juga sedang dihantam badai yang menyebabkan sebagian startup mengalami gelombang PHK dalam waktu beriringan.

Menghadapi hal ini, co-founder dan CEO Jenfi Jeffrey Liu mengaku optimis dengan masa depan perusahaanya di Indonesia. Liu mengatakan secara lazim dia mengamati banyak peluang bagi Jenfi untuk menolong bisnis komputerisasi yang kesusahan menerima pendanaan tradisional dari bank atau fintech lainnya.

“Aku rasa produk revenue based financing kami ialah salah satu yang paling fleksibel sebab memungkinkan kami untuk menyediakan variasi modal yang ideal,” kata Liu dalam peluang yang sama.

Fachri menambahkan platform pendanaan berbasis pendanaan seperti Jenfi memang masih belum banyak diketahui di Indonesia dan mereka memang berniat mengisi celah ini. Untuk taktik bisnis ke depannya, Fachri mengatakan Jenfi akan menyusun kemitraan rentang panjang dengan bisnis penerima modal.

“Jadi let’s say kita tak cuma membuka satu pinjaman lalu dibayar kembali lalu that’s it. Tak akan seperti itu,” kata Fachri.

“Tetapi kita akan supporting bisnis hal yang demikian, secara khusus startup dikala mereka sedang raising funds untuk seri A, seri B, dan sebagainya kita dapat berbuat sebagai bridge atau jembatan untuk menuju seri hal yang demikian dan hal ini yang kami coba lakukan untuk bisnis jadi menjaga relationshsip-nya juga untuk rentang panjang,” pungkasnya.