Sheryl Sandberg

Orang Kepercayaan Mark Zuckerberg Resign Bawa Uang 24 Triliun

Sheryl Sandberg, Chief Operating Officer Meta yang induk perusahaan Facebook, sudah resign. Wanita kepercayaan Mark Zuckerberg ini malah menerima uang yang demikian itu besar.

Sandberg mengundurkan diri sesudah 14 tahun berprofesi bersama Zuckerberg. Ia masih menjadi member Dewan Direksi Meta, tetapi tak lagi mengurus operasional perusahaan.

Sebagai salah satu pembesar Facebook, Sheryl rutin menerima alokasi saham dan jumlahnya tak sedikit. Bila dikutip detikINET dari CNBC, perempuan berusia 52 tahun itu malah tetap memasarkannya selama bertahun-tahun.

Melainkan ditotal, Sheryl diestimasi sudah menguangkan 22 juta lembar saham senilai lebih dari USD 1,7 miliar atau di kisaran Rp 24 triliun.

Sheryl malah menjadi salah satu wanita terkaya di dunia teknologi, malah cuma keok dari eks CEO Hewlett Packard, Meg Whitman. Kekayaan Meg diestimasi USD 3,2 miliar berdasarkan Forbes dan Sheryl USD 1,6 miliar.

Dikala demikian, Sheryl Sandberg diketahui tak hidup bermewah-mewah, semisal memamerkan pesawat pribadi atau kapal pesiar. Rumahnya memang benar-benar besar dan terletak di dekat kantor sentra Facebook di Menlo Park, California.

Sheryl yakni tangan kanan Zuckerberg yang dipercaya. Bersama-sama, mereka membesarkan Facebook yang dulunya masih perusahaan teknologi kecil.

“Dikala pertama kali saya bersua Mark, saya tak sedang mencari profesi, dan saya tak pernah memprediksi bagaimana meeting dengan ia akan merubah hidupku,” tulisnya di Facebook.

Sheryl malah mengucap kata perpisahan walau ia masih berada di dewan direksi Meta. “Dikala saya mengambil profesi ini di 2008, saya ingin akan di sini selama 5 tahun saja. Nah sekarang 14 tahun kemudian, waktunya bagiku menulis babak berikutnya dalam hidupku,” imbuh Sheryl Sandberg.

Elon Musk

Inilah Bahaya Dibalik Perintah Larang WFH Dari Elon Musk

Para karyawan Tesla boleh mengucap selamat tinggal pada pola work from home atau WFH sebab sang bos, Elon Musk, memerintahkan segala kembali ke kantor alias WFO. Praktisi HRD mengevaluasi kebijakan ini membahayakan bagi Tesla sendiri.

Seperti dikabarkan, Elon mewajibkan pegawai di kantor 40 jam per pekan. “Apabila kalian tak timbul, kami akan berasumsi bahwa kalian sudah resign,” tulisnya di surel.

Steve Black selaku bos perusahaan SDM Tipia mengucapkan kebijakan WFO itu berpotensi membikin Tesla tak menarik bagi para pegawai. “Mandat Elon Musk untuk WFO ialah taktik membahayakan sebab kemungkinan banyak pegawai akan pergi mencari profesi lebih fleksibel,” kata ia.

Dalam surveinya, 65% pegawai yang dipaksa kembali WFO mengucapkan akan mencari profesi baru. Kemudian 46% berminat dengan profesi yang mengamati kesejahteraan pegawai dan 42% mau dapat berprofesi dari rumah jikalau mereka menginginkannya.

“Musk melawan kedua elemen itu dengan menghilangkan segala fleksibilitas dan memaksa berprofesi minimum 40 jam per pekan,” tambahnya, seperti dikutip detikINET dari Forbes.

Salah satu pengkritik kebijakan Elon Musk itu ialah CEO perusahaan software Atlassian Scott Farquhar. Perusahaan ini memang termasuk paling fleksibel sesudah adanya pandemi, di mana karyawan boleh WFH permanen.

Hal itu diperhatikan sebagai benefit menarik bagi karyawan dan untuk menerima bakat terbaik bagus lokal ataupun global. Scott malah mengevaluasi permintaan Elon Musk untuk WFO itu terasa jadul seperti tahun 1950-an. Sedangkan baginya, WFH banyak manfaatnya.

“Inilah bagaimana kita akan berprofesi di masa depan. Amat terdistribusi, betul-betul fleksibel. Ya, pada ketika ini memang tak total, tetapi kami bereksperimen untuk menjadikannya baik,” demikian kicaunya di Twitter.

Fintech

Strategi Sukses Dari Jenfi Untuk UMKM Indonesia

Jenfi, startup penyedia pendanaan opsi asal Singapura, hadir di Indonesia di tengah ramainya ranah fintech dan banyaknya tantangan bisnis untuk startup. Walaupun seperti itu, mereka optimistis dapat menarik startup dan UMKM lokal sebagai mitra.

Indonesia Growth Lead Jenfi Fachri Bayu mengatakan taktik utama Jenfi yaitu menggandeng mitra lokal seperti Bakoel dan kelompok sosial UMKM di sebagian kota besar seperti Jakarta, Bandung, Tangerang, dan Bekasi. Berkat pendekatan ini, Jenfi mau dapat menggaet ratusan UMKM di tahun pertamanya.

“Sasaran UMKM yang diincar Jenfi tahun ini itu hingga 200 UMKM. Jadi jumlahnya cukup besar dan dana yang kami kucurkan itu dari range lebih kecil juga dapat, contohnya dari Rp 100 juta tadi itu untuk 12 bulan misalkan,” kata Fachri dalam media briefing virtual, Senin (6/6/2022).

Jenfi sendiri konsentrasi dalam memberikan pendanaan untuk bisnis komputerisasi, seperti startup dan UMKM yang terjun ke e-commerce. Kecuali menyalurkan pendanaan, kemitraan Jenfi dengan Bakoel juga meliputi pembimbingan dan edukasi untuk startup dan UMKM dalam mengelola bisnisnya.

Tetapi absensi Jenfi di Indonesia malahan disambut suasana yang tak kondusif. Kecuali potensi resesi global, industri startup dalam negeri juga sedang dihantam badai yang menyebabkan sebagian startup mengalami gelombang PHK dalam waktu beriringan.

Menghadapi hal ini, co-founder dan CEO Jenfi Jeffrey Liu mengaku optimis dengan masa depan perusahaanya di Indonesia. Liu mengatakan secara lazim dia mengamati banyak peluang bagi Jenfi untuk menolong bisnis komputerisasi yang kesusahan menerima pendanaan tradisional dari bank atau fintech lainnya.

“Aku rasa produk revenue based financing kami ialah salah satu yang paling fleksibel sebab memungkinkan kami untuk menyediakan variasi modal yang ideal,” kata Liu dalam peluang yang sama.

Fachri menambahkan platform pendanaan berbasis pendanaan seperti Jenfi memang masih belum banyak diketahui di Indonesia dan mereka memang berniat mengisi celah ini. Untuk taktik bisnis ke depannya, Fachri mengatakan Jenfi akan menyusun kemitraan rentang panjang dengan bisnis penerima modal.

“Jadi let’s say kita tak cuma membuka satu pinjaman lalu dibayar kembali lalu that’s it. Tak akan seperti itu,” kata Fachri.

“Tetapi kita akan supporting bisnis hal yang demikian, secara khusus startup dikala mereka sedang raising funds untuk seri A, seri B, dan sebagainya kita dapat berbuat sebagai bridge atau jembatan untuk menuju seri hal yang demikian dan hal ini yang kami coba lakukan untuk bisnis jadi menjaga relationshsip-nya juga untuk rentang panjang,” pungkasnya.